Gaji PNS Naik 100 200, Maksudnya Apa?

Sejak pertengahan tahun 2018 kemarin, desas-desus bahwa gaji PNS naik menjadi sebuah hal yang ramai diperbincangkan oleh para abdi negara. Para Aparatur Sipil Negara (ASN) ini memang bisa dibilang sudah cukup lama merasakan kenaikan gaji. Memahami bahwa beban menjadi seorang PNS (Pegawai Sipil Negara) terus meningkat, pemerintah melakukan penyesuaian.

Gaji PNS Naik 100 200

Keinginan pemerintah agar para ASN Indonesia memiliki kualitas yang meningkat pun didorong dengan kebijakan kenaikan gaji. Dibandingkan dua negara berkembang di Asia Tenggara lainnya yakni Malaysia dan Thailand, kualitas rata-rata PNS di Tanah Air bisa dibilang masih kalah. Untuk itulah kebijakan gaji PNS naik diharapkan bisa mendorong kualitas PNS.

Menanggapi janji Presiden Joko Widodo mengenai gaji PNS naik, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani pun membenarkan. Bahkan usulan sejak pertengahan 2018 itu, telah berimbas pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019. Sekedar informasi, anggaran belanja untuk PNS terus naik di mana pada 2018, naik satu triliun rupiah dari 2017.

Kenapa Gaji PNS Naik 100 200 Pada 2019?

Keputusan pemerintah untuk menaikkan gaji para abdi negara di 2019 ini bukanlah semata karena langkah politis saja. Seperti yang diketahui, 2019 adalah tahun politik di mana Presiden Jokowi sebagai petahana kembali mencalonkan diri dalam Pilpres. Alih-alih bertujuan sebagai kebijakan populer, keputusan gaji PNS naik diambil karena memang sudah waktunya.

Seperti yang sudah disebutkan, pembelanjaan negara untuk sektor ASN memang meningkat setiap tahun. Namun justru para PNS terakhir kali mengalami kenaikan gaji pada 2015 silam. Artinya sudah tiga tahun lamanya PNS bergaji tetap, kalah dari sektor buruh yang terus meningkat tiap tahun. Selama tiga tahun pula, para abdi negara cuma mendapatkan janji gaji PNS naik 100 persen.

Baca juga:

Namun kendati selama tiga tahun tidak mengalami kenaikan gaji, pemerintah pun memberikan angin segar pada tahun 2018 silam. Di mana saat itu para abdi negara tetap memperoleh Tunjangan Hari Raya (THR) yang sebesar gaji pokok. Bukan cuma itu saja, PNS juga berhak atas gaji ke-13 yang diberikan dengan komponen penghasilan lengkap.

Baca juga  Gaji PNS Terendah Tahun 2018, Ini Rinciannya!

Jika Anda tak tahu, komponen penghasilan lengkap para abdi negara terdiri dari gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan/umum dan tunjangan kinerja. Tidak adanya kebijakan gaji PNS naik selama 2015-2018 sendiri disebabkan oleh tingginya beban APBN untuk membayar Jaminan Hari Tua (JHT) para pensiunan PNS yang terus meningkat.

Gaji PNS naik 200

Hingga akhirnya dengan tingkat inflasi yang meningkat selama tiga tahun terakhir, pilihan gaji PNS naik menjadi hal yang sangat mendesak. Karena inflasi mempengaruhi daya beli para abdi negara. Kebutuhan sehari-hari yang meroket membuat pemerintah wajib menaikkan penghasilan ASN pada 2019 supaya kesejahteraan terjamin dan tetap maksimal melayani masyarakat.

Resmi! Gaji PNS Naik di Tahun 2019

Pada tahun 2018 silam, gaji PNS masih sama dengan tahun 2015 yang diatur oleh PP Nomor 30 Tahun 2015 tentang Perubahan Ketujuh Belas atas PP Nomor 7 Tahun 1997 tentang Peraturan Gaji PNS. Saat itu gaji ASN jabatan terendah yakni golongan IA dengan masa kerja 0 tahun adalah Rp 1.486.500. Untuk ASN lulusan S1-D4 sederajat di golongan IIIA mulai Rp 2.456.700.

Sementara PNS dengan jabatan tertinggi yakni golongan IVE yang sudah bekerja selama minimal 32 tahun meraih gaji pokok bulanan Rp 5.620.300. Penghasilan yang diperoleh pada tahun 2018 itu sudah mengalami kenaikan dari tahun 2014. Karena jika sesuai PP Nomor 34 Tahun 2014, PNS golongan IA masih memperoleh gaji pokok Rp 1.402.400 dan IVE mendapatkan Rp 5.302.100.

gaji PNS naik 100

Hingga akhirnya dalam Pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2018 di gedung DPR RI pada 16 Agustus 2018, Presiden Jokowi memastikan kalau gaji PNS naik sebesar rata-rata lima persen termasuk pensiunan pokok para ASN. Terhitung sejak Januari 2019 ini, penghasilan PNS sudah bertambah tapi mulai dibayarkan oleh pemerintah saat PP yang mengatur diresmikan sekitar bulan Maret 2019.

Namun tenang saja, meskipun PP tidak diterbitkan pada Januari 2019, Dirjen Anggaran Kemenkeu Askolani memastikan kalau penghitungan gaji PNS naik sudah dilakukan sejak awal 2019 ini. Dan pembayaran kenaikan gaji sebelum PP berlaku akan dibayar sekaligus alias rapel setelah beleid itu terbit. PP kenaikan gaji PNS sebesar lima persen itu baru disusun dan diproses sejak Januari 2019.

Baca juga  Berapa Gaji Guru PNS 2019? Ini Fakta Terbarunya!

Sehingga nantinya setelah PP kenaikan gaji pada 2019 ini ditetapkan, PNS dengan golongan terendah yakni IA berhak memperoleh gaji pokok bulanan Rp 1.560.825. Sementara bagi PNS yang baru saja lulus S1-D4 sederajat yakni golongan IIIA akan mendapat Rp 2.579.535. Golongan PNS tertinggi yakni IVE, gaji pokoknya menjadi Rp 5.901.315.

Tidak hanya menaikkan gaji pokok, pada 2019 ini pemerintah tetap akan memberikan THR dan gaji ke-13. Besaran THR alias gaji ke-14 pada 2019 jelas meningkat karena gaji pokok yang bertambah 5%. Hal ini jelas merupakan angin segar karena sebelum kenaikan gaji di 2019, gaji PNS naik hanya pada Tunjangan Kinerja (Tukin). Ke depannya untuk Tukin, akan disesuaikan dengan daerah.

Simulasi Jika Gaji PNS Naik 200 Persen

Melihat kepastian bahwa gaji pokok PNS pada 2019 ini naik sebesar lima persen, tetap saja ada nada sumbang. Banyak yang menilai kalau seharusnya gaji PNS naik 200 persen, mengingat masih banyak PNS yang merasa kurang sejahtera. Apakah hal ini mungkin? Tampaknya peluang itu masih ada mengingat pemerintah punya rencana mengubah skema penggajian para ASN.

Melalui RPP yang tengah digodok Kemenpan-RB dan BPS akan ada perubahan besar dalam komponen penghasilan PNS terbaru. Jika dalam aturan lama, jabatan PNS dibedakan menjadi golongan dan ruang, dalam versi baru nanti hanya akan ada tiga kelompok jabatan yakni Jabatan Administrasi (JA), Jabatan Fungsional (JF) dan Jabatan Pemimpin Tinggi (JPT).

Perubahan struktur jabatan ini rencananya juga diikuti dengan perubahan komponen penghasilan. Menjadi lebih sederhana, penghasilan para ASN jika sesuai dengan RPP itu akan hanya terdiri dari tiga hal yaitu gaji pokok, tukin dan Tunjangan Kemahalan Daerah. Terpangkasnya berbagai tunjangan di gaji induk justru membuat peluang gaji PNS naik 100 persen makin besar.

Baca juga  Gaji PNS Golongan 3A dan Tunjangan 2019, Lumayan!

Kenapa bisa ada peluang gaji PNS naik 100 persen? Karena gaji pokok akan meningkat jauh lebih besar berdasarkan sistem merit pada UU ASN Nomor 5 Tahun 2015. Nantinya gaji pokok yang dihitung sesuai beban dan risiko pekerjaan juga makin tinggi. Misalkan saja untuk Jabatan Pelaksana yang setara golongan II bertambah dari Rp 1,926 juta jadi Rp 3,1 juta.

Gaji PNS naik

Kemungkinan gaji PNS naik 200 persen atau lebih juga semakin dirasakan oleh para pejabat atas kelas Eselon I-II jika mengacu pada RPP penggajian baru. Misalkan saja Staf Ahli Gubernur yang adalah PNS golongan IVD akan memperoleh pangkat baru sebagai JPT Pratama atau JPT-VI. Di mana jika gaji pokok lama sebesar Rp 5.392.200, akan bisa melambung jadi Rp 30.843.622.

RPP Kenaikan Gaji PNS Masih Dibahas Pemerintah

Dengan gaji pokok yang meningkat drastis, maka bisa dipastikan THR dan JHT yang diperoleh saat pensiun bakal melambung. Meskipun begitu para ASN harus legowo dengan hilangnya tunjangan istri/suami, tunjangan anak, tunjangan umum/jabatan fungsional/jabatan struktural, tunjangan beras dan tunjangan PPh dari perhitungan gaji induk mereka.

Hanya saja kemungkinan gaji PNS naik 100 persen hingga lebih itu masih sebatas RPP saja. Karena faktanya pada 2019 ini, pemerintah cuma mengambil kebijakan kenaikan gaji pokok sebesar lima persen dan masih menggunakan sistem penggolongan seperti aturan lama. Masih perlu proses uji coba karena perhitungan Tunjangan Kemahalan Daerah yang terus fluktuatif.

Keberadaan Tunjangan Kemahalan Daerah ini didasarkan pada keluhan para ASN. Mereka yang ada di ibukota Jakarta merasa tidak adil jika memperoleh perhitungan total gaji setara dengan mereka yang tinggal di Yogyakarta. Tak heran kalau akhirnya Tunjangan Kemahalan Daerah untuk Jakarta dalam RPP, menempati posisi terbesar di seluruh Indonesia.

Sambil menunggu RPP yang mengatur skema penggajian dan stuktur jabatan PNS baru ditetapkan, Anda yang kini berprofesi sebagai ASN harus lebih lapang dada. Karena kepastian gaji PNS naik di 2019 ini sudah jelas dan gunakan penghasilan seefektif mungkin agar bisa menikmati pensiun dengan tenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *