Benarkah Menjadi Kaya Itu Berbahaya? Simak Penjelasannya!!

Sebenarnya artikel ini bisa dibilang tulisan pertama saya ketika mencoba menjadi seorang bloggersejati. Saya telah mem-publish nya pada tahun 2016 silam/ Bulan Ramadhan di blog pertama saya “wikibrain”. Tetapi karena tidak konsisten, saya cabut dan re post saja di sini.

Salah satu impian banyak orang adalah menjadi kaya. Dengan kekayaan, mereka akan lebih mudah memenuhi kebutuhan hidup mereka bahkan membeli apa pun yang mereka inginkan. Namun, bersamaan dengan hal itu, muncul persepsi beberapa orang bahwa “kaya itu berbahaya”.

Olehnya itu, di sini saya akan membahas persepsi ini. Apakah benar kaya itu berbahaya? Berikut ulasannya:

1. Dari segi fitrah manusia

kaya adalah salah satu fitrah manusia. Sumber gambar: hikmah-harian-republika.blogspot.com

Manusia adalah makhluk sosial. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya manusia akan selalu membutuhkan satu sama lain. Mengenai masalah kaya,  semua orang pasti memimpikan hal tersebut. Inilah yang menjadi fitrah manusia, yakni kaya. Tentu, kaya di sini memiliki banyak penafsiran, baik kaya hati, iman, intelektual dan salah satunya kaya harta.

Tapi perlu anda ketahui bahwa kaya dan miskin itu adalah dua pilihan yang berbeda. Untuk menjadi kaya seseorang harus memilih usaha dan upaya, sedangkan untuk menjadi miskin, mereka hanya perlu memilih untuk tidak melakukan apapun atau berpangku tangan.

Siapakah si kaya itu? Ia adalah orang yang mau berusaha dan berupaya untuk  mewujudkan impiannya menjadi kenyataan. Namun, hal itu tidaklah mudah seperti halnya membolak-balikkan tangan, melainkan butuh perjuangan yang besar.  Tentu setiap orang memang punya hak untuk kaya, namun menjadikan hak sebagai kepemilikan perlu usaha dan upaya serta doa untuk mewujudkannya. Pakai rumus DUIT: Doa Usaha Ikhtiar Tawakkal.

2. Dari sudut pandang agama

Islam menganjurkan penganutnya untuk kaya. Sumber gambar: inginbelajarislam.wordpress.com

“…..padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba….” (Al-Baqarah: 275)

Baca juga  Universitas Dengan Jurusan Teknik Mesin Terbaik di Indonesia

Dengan dihalalkannya jual beli, maka tidak menutup kemungkinan di antara pelaku jual beli ada yang kaya.

Sekali lagi, ada yang kaya…..Bahkan banyak

Apakah ini salah? Tentu saja, tidak

Yang salah dan dilarang berdasarkan ayat di atas adalah kaya melalui jalan yang tidak baik, yakni dengan riba (rentenir, lintah darat)

“Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi…..” (Al-Jumu’ah: 10)

Perlu digaris bawahi kalimat “bertebaranlah kamu di muka bumi..“.  Apa maksud kalimat tersebut?

Yah jelas, tidak lain untuk mencari rezeki dan harta kekayaan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, sebelum itu ada baiknya jika seseorang shalat dan berdoa terlebih dahulu, khususnya penganut agama Islam.

Kenapa harus shalat dan doa dulu? Kan bisa tanpa keduanya?

Pertama, coba anda pikir dan renungkan, rezeki dan kaya yang tentukan siapa? yah, Tuhan. Yang bagikan siapa? yah, Tuhan. Yang kasi siapa? yah, Tuhan. Intinya penyebab segala sesuatu baik tidaknya adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Jadi perbaiki dulu hubungan anda dengan Tuhan. Caranya? yah dengan memperbaiki ibadah kepada- Nya. Betul? Dengan beribadah terlebih dahulu, Tuhan akan memudahkan anda dalam mencari rezeki dan kekayaan.

Kedua, apa sih bedanya orang yang shalat dan tidak? Mana yang lebih berkah rezeki dan kekayaannya? Anda sendiri yang jawab! Jangan sampai karena anda tidak shalat sehingga rezeki yang diberikan Tuhan itu tidak berberkah. Nah, ini yang berbahaya, ketidakberkahan tersebut bisa jadi berubah menjadi bahaya.

Sudah jelas dari sudut pandang agama, kaya itu secara mendasar sebenarnya sangat dianjurkan karena dengan kaya:

  • kita lebih mudah memenuhi kebutuhan hidup
  • kita lebih mudah beribadah
  • kita lebih mudah bersedekah dan berinfaq
  • kita lebih mudah menafkahi keluarga
  • kita lebih mudah menuntut ilmu dan sebagainya……
Baca juga  Pengalaman Bagaimana Cara Saya Menghapal Al- Qur'an 30 Juz

Terus, bagaimana dengan fakir miskin? Bukankah sudah jelas, mereka itu tergolong orang yang berhak disedekahi dan dizakati, kurang lebih begitu. Tapi perlu anda ketahui, Ali bin Abi Thalib pernah berkata:

“Seandainya kemiskinan itu berwujud manusia, niscaya aku akan membunuhnya”

Itu artinya kemiskinan adalah salah satu hal yang paling dibenci dalam agama, sedangkan kaya? Iblis juga sangat membenci orang kaya yang bersyukur. Apa tanda kesyukurannya? Iblis menjawab bahwa sahnya tanda kesyukuran orang terebut adalah ia mengambil kekayaannya dari tempatnya dan  mengeluarkannya juga dari tempatnya.

Ini artinya iblis sangat membenci orang kaya yang senantiasa bersyukur dan mampu mempertanggung-jawabkan dari mana dan ke mana kekayaannya tersebut digunakan.

Masih ada lagi. Allah swt. berkata dalam hadist Qudsi bahwa Dia mencintai orang fakir yang rendah hati, sedangkan Dia sangat mencintai orang kaya yang rendah hati, karena orang tersebut punya alasan untuk berlaku sombong, tapi ia tetap rendah hati. So, be a humble rich man

Jadi initinya, kaya itu tidaklah berbahaya selama:

  • cara memperolehnya baik dan benar
  • pemiliknya mampu mempertanggung-jawabkan dari mana dan ke mana kekayaan tersebut
  • pemiliknya senantiasa bersikap baik, rendah hati, menjaga hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia, tidak sombong, berlebih-lebihan, boros, hidup sederhana dan dermawan.
  • dan ingat pesan saya, kekayaan dan kemiskinan tidak lain adalah ujian Tuhan kepada hambanya. Jadi, hati- hati dengan ke

3. Sudut pandang sosial kemasyarakatan

Kekayaan akan bermanfaat jika dipergunakan untuk menolong sesama. Sumber gambar: csrpdamkotabogor.wordpress.com

Sudah menjadi rumus baku di dunia ini dimana ada yang namanya miskin dan juga kaya. Baiklah, saya perjelas kembali bahwa kaya itu tidak berbahaya selama, baca kembali di atas, hehehe…..

Baca juga  Jangan Jadi Pesimis! Ini 8 Persamaan Pesimis dan Pengemis

Menurut saya, kekayaan itu ibarat pedang, bilahnya dapat membawa manfaat dan bahaya tergantung dari pemakainya mau diapakan. Selama dia memakai kekayaan tersebut untuk memenuhi kebutuhan dirinya, keluarganya dan untuk sesama/kepentingan sosial, maka itu jauh lebih baik. Sebaliknya, jika dia memakainya untuk hal-hal yang negatif, yah sudah jelas kekayaan tersebut membawa bahaya.

Dengar, Nabi saja yang kaya tetap hidup sederhana. Alih-alih bermewah-mewah, beliau justru lebih memilih memanfaatkan hartanya untuk menolong sesama/kepentingan sosial.

4. Paham “Cinta uang adalah akar dari segala kejahatan”

Robert Kiyosaki menolak paham “cinta uang adalah akar dari segala kejahatan”. Sumber gambar: www.bigfatpurse.com

Bagaimana dengan paham yang satu ini? Menurut saya tergantung sih. Maka dari itu, kita perlu merevisi kembali skala prioritas kecintaan. Kalau “cinta uang” dinomor satukan, yah bisa jadi paham ini betul. Tetapi jika “cinta Tuhan” yang dinomor satukan, saya rasa paham ini tinggallah kenangan.

Saya perjelas kembali, bukankah Tuhan yang memberi kita rezeki dan kekayaan?  Saya rasa demikian.

Faktanya, Robert Kiyosaki seorang pengusaha dan pengajar ilmu kekayaan menolak mentah-mentah paham tersebut. Hal itu ia kemukakan sewaktu bertemu dengan Mas Ippho, inspirator saya menulis artikel ini.

Jangan lupa baca artikel saya tentang Pengalaman Bagaimana Cara Saya Menghapal Al- Qur’an 30 Juz

Demikian artikel kali ini, jadi pergunakan lah harta kekayaan kalian dengan bijaksana, karena pada harta kalian terdapat harta anak yatim. Itulah mengapa kita diwajibkan untuk membersihkan harta kita dengan mengeluarkan sedekah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *