Inilah 20 Perbedaan Otak Kiri Dan Kanan yang Harus Kamu Tahu!!

Otak manusia terdiri dari dua bagian, yaitu otak kiri dan kanan. Tentu masing-masing bagian mempunyai ciri khas dan karakteristik tersendiri. Meskipun  berbeda, tetapi kedua belah otak kita ini tetap bersinergi untuk menghasilkan suatu pemikiran/kesimpulan. Selain itu, kedua belah otak kita ini juga ternyata mempunyai sedikit persamaan. Contohnya, otak kiri melakukan matematika secara terperinci, sedangkan otak kanan juga melakukan matematika secara kasar dan hanya bisa memperkirakan.

“Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka” (Al-Alaq 15-16)

Perhatikan tabel perbedaan otak kiri dan otak kanan!

Tabel perbedaan otak kiri dan kanan. Dari berbagai sumber

Tabel perbedaan otak kiri dan kanan. Dari berbagai sumber

Dari perbedaan-perbedaan di atas, bukan berarti orang yang cenderung otak kiri maupun kanannya dapat menguasai semua kemampuan tersebut, akan tetapi hanya akan ada beberapa kemampuan yang mencolok pada dirinya. Olehnya itu, jika seseorang sudah menemukan potensi dan kemampuan dirinya, ada baiknya jika kemampuan tersebut terus menerus diasah.

Jangan lupa baca:

Namun, pada hakikatnya semua yang tertera pada tabel tersebut ada dalam diri manusia. Jadi jangan heran kalau ada orang yang jago matematika dan suka musik, jago logika dan intuisi,  pintar angka dan seni dan sebagainya.

Baiklah, berikut penjelasan tabel:

1. Otak kiri dengan kemampuan verbal dan otak kanan dengan kemampuan non verbal

otak kiri dengan kemampuan verbalnya

Otak kiri lebih cenderung dengan kemampuan verbal.

Apa sih itu kemampuan verbal? Kemampuan verbal adalah kemampuan seseorang untuk mengungkapkan sesuatu dengan menggunakan kata-kata. Contohnya: debaters, penceramah dan pembicara lainnya. Sedangkan kemampuan non verbal adalah kemampuan seseorang untuk mengekspresikan sesuatu tanpa menggunakan kata-kata, seperti perasaan, cara berbicara, ekspresi wajah, bahasa tubuh dan sebagainya.

Baca juga  Penting Mana sih? Otak Kiri Atau Kanan? Berikut Penjelasannya

2. Si pengguna logika dan pengguna intuisi

http://wiki-brain.com/wp-content/uploads/2016/06/sherlock-holmes-300x180.png

Sherlock Holmes menyelesaikan kasus dengan menggunakan logikanya.

Dengan menarik suatu kesimpulan dari hasil  penalarannya, pengguna logika bisa menyelesaikan masalahnya. Ini biasanya kita jumpai pada detektif-detektif seperti Sherlock Holmes, anime Detective Conan dan sebagainya. Beda halnya dengan pengguna intuisi yang menyelesaikan masalahnya dengan menggunakan perasaannya yang berasal dari suara hatinya. Ini memungkinkan semua orang bisa menjadi konsultan pribadi bagi dirinya sendiri.

3. Kognitif dan afektif

http://wiki-brain.com/wp-content/uploads/2016/06/kognitif-dan-afektif-300x180.png

Kognitif dan afektif tidak lain adalah IQ dan EQ.

Kognitif adalah segala hal yang berkaitan dengan intelektual, seperti pengetahuan, penerapan, analisis dan lain-lain. Sedangkan afektif adalah perilaku-perilaku yang berhubungan dengan perasaan dan emosi, seperti merespon, menghargai dan sebagainya.

Perlu kita ketahui, kognitif tidak lain adalah kecerdasan IQ dan afektif adalah si EQ.

4. Cara berpikir linear dan lateral

http://wiki-brain.com/wp-content/uploads/2016/06/linear-dan-lateral-1-300x180.png

Perbedaan linear dan lateral dalam menyelesaikan masalah.

 Cara berpikir linear adalah cara berpikir yang sistematis, tersusun, terurut, sesua prosedur, biasanya dimiliki oleh seorang arsitek, peneliti (serial). Sedangkan lateral adalah kebalikan dari linear (paralel). Biasanya orang yang berpikir lateral menggunakan cara yang tidak biasa dalam menyelesaikan masalah, itu kelebihannya. Dengan pola pikir lateral, orang-orang lebih bisa menyikapi ketidakpastian.

5. Terencana dan tak terencana

http://wiki-brain.com/wp-content/uploads/2016/06/terencana-300x180.png

Orang yang lebih dominan otak kirinya lebih menyukai untuk membuat perencanaan.

Orang yang dominan otak kirinya seringkali membuat perencanaan sebelum melakukan sesuatu, artinya segala sesuatu memang sudah dipersiapkan. Sebaliknya si otak kanan sangat jarang untuk membuat perencanaan. Mereka lebih terbiasa melakukan sesuatu tanpa persiapan.

6. Kasual dan impulsif

http://wiki-brain.com/wp-content/uploads/2016/06/impulsif-300x180.png

Impulsif bearti langsung action.

 Saya beri gambaran sederhana, ketika anda ingin membangun bisnis. Jika sebelum itu anda berpikir bahwa “dimana lokasi saya membangunnya?, berapa biaya ininya? itunya?”, itu berarti anda berpikir kasual. Sebaliknya, jika anda langsung membangun bisnis anda tersebut tanpa berpikir apa- apa (artinya langsung action), itu artinya anda berpikir impulsif. Intinya, kasual itu berpikir dulu baru melakukan, sedangkan impulsif melakukan dulu kemudian berpikir.

Baca juga  Jangan Jadi Pesimis! Ini 8 Persamaan Pesimis dan Pengemis

7. Cara pandang  segmental dan holistik

http://wiki-brain.com/wp-content/uploads/2016/06/holistik-300x180.png

Holistik berarti memandang bagian-bagian sebagai satu kesatuan.

Cara pandang segmental adalah cara pandang yang membagi sesuatu menjadi bagian-bagian tertentu, sehingga mereka lebih senang belajar dari bagian-bagian kemudian keseluruhan. Sedangkan holistik adalah kebalikannya, cara pandang yang menyatakan bahwa keseluruhan bagian adalah sebuah kesatuan.

8. Fokus dan difus

http://wiki-brain.com/wp-content/uploads/2016/06/fokus-300x180.png

Fokus berarti memandang kepada satu titik.

Fokus adalah memandang sesuatu yang berpusat pada satu titik, sedangkan difus adalah memandang sesuatu pada banyak titik.

9.  Eksplisit dan implisit

http://wiki-brain.com/wp-content/uploads/2016/06/to-the-point-300x180.png

To the point adalah contoh eksplisit.

Mengungkapkan sesuatu secara eksplisit berarti mengungkapkan sesuatu tanpa berbelit-belit, tanpa bertele-tele, terus terang sehingga orang lain dapat dengan mudah menangkap maksud dan tujuan si pengungkap. Eksplisit ini biasanya diistalahkan dengan “to the point”. Sebaliknya, implisit berarti mengandung makna tersirat meskipun dinyatakan secara terang-terangan.

Saya beri contoh: biaya eksplisit adalah biaya yang dikeluarkan secara terang seperti uang, sedangkan biaya implisit adalah biaya yang tidak dikeluarkan secara terang-terangan tapi nyatanya ada seperti peluang dan kesempatan.

10. Komunikasi intrapersonal dan interpersonal

http://wiki-brain.com/wp-content/uploads/2016/06/komunikasi-interpersonal-300x180.png

Komunikasi interpersonal penting untuk membangun hubungan sesama.

Sekarang kita berbicara masalah komunikasi, mengenai komunikasi intrapersonal tentunya adalah komunikasi yang terjadi di dalam diri seseorang itu sendiri, dimana selain bertindak sebagai komunikator juga bertindak sebagai komunikan, seperti berdoa dan bersyukur. Hal ini juga diserupakan sebagai komunikasi antara seseorang dengan Tuhannya. Komunikasi intrapersonal sangatlah penting untuk mengenal diri sendiri. Bukankah di dalam hadist tertera:

“Barang siap yang mengenal dirinya, maka dia mengenal Tuhannya” (Al-hadist)

Lanjut, mengenai komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terjadi antar dua orang atau lebih. Komunikasi ini tidak kalah penting dalam membangun hubungan sosial yang baik di masyarakat.

Baca juga  Universitas Dengan Jurusan Teknik Mesin Terbaik di Indonesia

11. Sikap self-centric dan other-centric

s

Other centric berarti mementingkan kepentingan bersama.

Self-centric adalah sikap yang cenderung mementingkan kesenangan pribadi (diri sendiri) meskipun dia menyadari bahwa orang lain membutuhkannya. Sebaliknya, other-centric adalah sikap yang cenderung mementingkan kesenangan bersama (orang lain) ketimbang kesenangan pribadi.

12. Analistik dan artisitik

http://wiki-brain.com/wp-content/uploads/2016/06/analistik-300x180.png

Otak kiri mempunyai kemampuan menganalisa yang baik.

Analistik berarti  mempunyai kemampuan menganalisa sesuatu dengan baik, sedangkan artistik berarti mempunyai bakat seni yang baik.

13. Kuantitatif dan kualitatif

Kuantitatif artinya lebih mementingkan jumlahnya ketimbang mutunya. Sebaliknya kualitatif berarti lebih mementingkan mutunya dari pada jumlah, biar sedikit asalkan bermutu.

14. Aritmatik dan spasial

Aritmatik identik dengan angka atau operasi bilangan, sedangkan spasial berkenaan dengan ruang dan waktu.

15. Realistik dan imajinatif

http://wiki-brain.com/wp-content/uploads/2016/06/imajinasi-300x180.png

Pentingnya imajinasi.

Realistik berarti sesuatu yang bersifat nyata, masuk akal. Sebaliknya imajinatif berhubungan dengan imajinasi atau khayalan.

16. Sikap objektif dan subjektif

Sikap objektif adalah pemikiran yang dapat dipastikan kebenaran dan keabsahannya karena berdasarkan fakta atau keadaan yang sebenarnya. Sedangkan subjektif adalah pemikiran yang relatif, hasi dari menduga-duga dan berdasarkan perasaan, tentu belum dapat dipastikan kebenarannya.

17. Suka menulis atau suka musik dan seni

Orang yang cenderung otak kirinya ternyata lebih menyukai tulisan ketimbang musik dan seni. Sebaliknya si kanan lebih menyukai musik dan seni ketimbang tulisan.

18. Berpikir rasional dan emosi

Rasional berarti pemikiran yang berdasar kepada rasio atau pikiran dan pertimbangan yang logis/masuk akal. Sedangkan emosi adalah mendasarkan sesuatu kepada perasaan.

Sedikit gambaran, ketika seseorang yang berpikir rasional menonton suatu tayangan , dia tidak akan terbawa perasaan. Sedangkan orang yang cenderung emosinya tentu akan terbawa perasaan oleh tontongannya tersebut, apakah ia menangis, terharu, tertawa dan sebagainya.

Itulah tadi perbedaan otak kiri dan otak kanan yang harus kalian tahu. Pertanyaannya, dominan otak apakah kalian? Silahkan identifikasi sendii yah!!!

Terima kasihh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *