Jangan Jadi Pesimis! Ini 8 Persamaan Pesimis dan Pengemis

Penyakit satu ini sudah  menjadi wabah yang menyebabkan orang-orang tidak bisa mencapai kesuksesan. Padahal pesimis sebenarnya berasal dari diri kita sendiri yang timbul dari beberapa faktor. Mulai dari tidak percaya diri, kurangnya komunikasi, dan akhirnya menyudutkan diri sendiri.

Olehnya itu, jangan jadi pesimis! Bahkan agama sendiri pun melarang umat manusia untuk jadi pesimis.

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman” (Ali Imran: 139)

Bersikap lemah pada ayat tersebut tidak lain yang dimaksud adalah pesimis. Perlu anda ketahui! saking tercelanya sifat ini, beberapa orang sampai menyamakan pesimis dengan pengemis. Artikel ini pun tujuannya tak lain untuk memaparkan persamaan pesimis dan pengemis. Apa saja persamaannya? Berikut penjelasannya:

1. Selalu Ingin Diperhatikan dan Suka Dikasihani

Pesimis dan pengemis selalu ingin dikasihani
Si pesimis dan pengemis selalu ingin dikasihani.

Sama halnya dengan pengemis yang selalu ingin diperhatikan, selalu ingin diberi, dan suka dikasihani, si pesimis juga demikian. Ketika sifat pesimisnya muncul, maka biasanya ia akan mencari orang terdekatnya, seakan-akan untuk ditempati berlindung. Namun kenyataannya, ia selalu ingin diperhatikan, dikasihani dan berlindung, takut untuk melangkah maju dan mengambil resiko.

Mau tahu pengalaman bisnis saya? Simak di sini

Dan akhirnya, jadilah ia selalu ingin mendapat perhatian, ingin selalu dikasihani dengan harapan agar  rasa pesimisnya itu dapat teratasi, tapi kesemuanya itu sia- sia. Hal demikian tidak dapat menghilangkan rasa pesimisnya

2. Suka Mengeluh

Sifat suka mengeluh itu, ada sedikit masalah yah langsung mengeluh. Saya heran, mungkin jika dibuatkan daftar, maka mengeluhnya lebih banyak daripada bersyukurnya. Terlalu banyak mengeluh dapat membuat kita lupa akan nikmat-Nya. Padahal jika dihitung nikmatnya, pasti kita tidak mampu, mustahil untuk dihitung.

Setiap orang pasti pernah mengeluh. Sesekali tak mengapa, yang penting jangan sedikit-sedikit mengeluh, sedikit-sedikit mengeluh. Kapan bersyukurnya? Kalau anda bersyukur, niscaya Dia akan menambahkan nikmat-Nya.

Jangan lupa baca: Benarkah Menjadi Kaya Itu Berbahaya? Simak Penjelasannya!!

Inilah sifatnya si pesimis, suka mengeluh. Itu dikarenakan ia selalu melihat sesuatu dari sudut pandang yang kurang baik, selalu jeleknya yang dilihat atau istilahnya pesimisme. Jadinya mengeluh eh. Coba lihat yang baiknya, adanya anda kita bisa jadi hamba yang bersyukur.

3. Merasa Tak Termotivasi

Karena tidak termotivasi, si pesimis sulit untuk bangkit.
Karena tidak termotivasi, si pesimis sulit untuk bangkit.

Mengatasi penyakit ini bukanlah hal yang mudah. Itu dikarenakan si pesimis sudah tidak mempunyai motivasi untuk bangkit dari keterpurukan.

“Bangkit dari segala keterpurukan dan jangan mau kalah dengan keadaan”

Sama halnya dengan pengemis yang sudah tidak termotivasi sehingga mereka lebih memilih nasib untuk meminta-minta ketimbang usaha yang lain. Ingat! Itu nasib, bukan takdir, bedakan! Takdir adalah ketetapan Tuhan atas sesuatu, sedangkan nasib berarti hasil dari pilihan seseorang dengan kata lain nasib itu masih bisa dirubah. Kaya, miskin, kuat, lemah itu semua adalah nasib. Meski begitu takdir juga bisa dirubah dengan doa.

4. Mengira Hidup Berbalut Rasa Sakit

Inilah cara pandang si pesimis yang tak jauh beda dengan pengemis. Luka, duka, rasa sakit yang hadir setiap saat dalam hidupnya sehingga mereka berpikir hidup hanya untuk menanggung rasa sakit. Saya rasa pola pikir demikian harus dirubah. Berpikir baik dan positif juga akan menarik hal positif kepada diri kita. Itulah Law Of Attraction (LOA) atau Hukum Tarik- Menarik.

Begini Pengalaman Saya Menghapal Al- Qur’an 30 Juz

5. Si Pesimis Menganggap Dunia Kejam

Wah, yang satu ini lebih parah. Sama halnya dengan nomor 4, ini juga termasuk pola pikir si pesimis dan pengemis. Inilah yang membuat mereka seakan tak berdaya untuk bangkit karena berpikir bahwa hidup dalam dunia yang kejam adalah hal yang mustahil. Akhirnya mereka sendirilah yang mengunci diri mereka.

6. Menganggap Dirinya Inferior dan Orang Lain Superior

Tadi berbicara masalah kehidupan dan dunia yang kejam, sekarang orangnya. Mereka selalu menganggap dirinya inferior atau merendahkan dirinya sendiri, seakan tak mampu bersaing dengan orang lain yang katanya superior, padahal  mereka belum melakukan apa-apa.

Menganggap orang lain superior sebenarnya bukan masalah, tergantung dari sudut pandang anda. Anda bisa menjadikan hal itu sebagai motivasi atau dorongan agar bisa menjadi lebih baik, asal jangan menganggap diri anda inferior. Semua orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

7. Selalu Melihat Kesulitan Dalam Setiap Kesempatan

Sama halnya dengan pecundang,
Sifat pesimis sama halnya dengan sifat pecundang

Seperti yang saya paparkan tadi, pesimis sama halnya dengan pengemis yang selalu melihat kesulitan dan kesusahan pada setiap hal. Bahkan ketika ada kesempatan pun, mereka tetap melihat kesulitannya saja. Padahal ketika ada kesempatan harus dimanfaatkan sebaik mungkin , loh!! Bukan dibiarkan begitu saja.

8. Tidak Berani Memiliki Impian

Beranilah bermimpi
Beranilah bermimpi

Berdasarkan poin-poin tadi, inilah hasilnya, mereka tidak berani bermimpi. Padahal bermimpi itu sangatlah penting untuk membangun masa depan, baik itu mimpi kecil maupun besar.

“ Jangan pernah takut memiliki impian kecil dan sederhana karena sesuatu yang besar terlahir dari impian kecil”

Kecil besarnya mimpi itu bukanlah masalah. Yang masalah adalah ketika anda tidak memiliki mimpi seperti si pesimis dan pengemis.

Kesimpulannya, sifat pesimis itu bisa dirubah, asal ada kemauan. Perubahan itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Bahkan Tuhan sendiripun tidak akan merubah sifat pesimis itu kalau bukan anda sendiri yang merubahnya.

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sebuah kaum hingga mereka mengubah apapun yang ada pada diri mereka.” (Ar-Ra’du 11)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *